Ahlan Wa Sahlan

Assalamualaikum

Terima kasih sudah mengunjungi blog ini.. :)
Diperkenankan mengunduh (coPas) artikel di sini dengan menyertakan sumber yg bersangkutan..
Semoga bermanfaat :D
Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Oktober 2010

Hilangkan Kegelisahan 3

Konsentrasi Untuk Menghadapi Hari Ini

Diantara sarana yang dapat menangkis kesedihan dan keguncangan hati adalah terputusnya pikiran sepenuhnya untuk memberikan perhatian kepada pekerjaan hari ini yang sedang dihadapinya dan menghentikan pikiran dari menoleh jauh ke waktu mendatang dari kesedihan menengok masa lampau. Karenanya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung kepada Allah dari al-hamm (kegundahan) dan al-huzn (kesedihan) [1]. Al-huzn adalah kesedihan terhadap perkara-perkara yang telah lampau yang tidak mungkin diputar ulang ataupun di ralat. Sedangkan al-hamm : adalah kegundahan yang terjadi disebabkan oleh rasa takut dan khawatir terhadap sesuatu yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Jadi, hendaknya seorang hamba itu menjadi ‘putera harinya’ yakni ; menjadi manusia terbaik dalam menyongsong harinya yang sedang dihadapinya dan sekaligus mampu mengkonsentrasikan keseriusan dan kesungguhannya untuk memperbaiki hari dan detik yang sedang dihadapinya itu. Karena, pemusatan hati untuk berbuat demikian akan menuntutnya untuk mengoptimalkan pekerjaan, dan iapun dapat terhibur dengannya dari kegundahan dan kesedihan.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanjatkan do’a atau mengajari umatnya untuk mengamalkan suatu do’a, beliau menganjurkan –seiring memohon dan mengharap pertolongan dan karunia Allah- agar mereka serius dan sungguh-sungguh dalam melakukan apa yang menjadi sebab terwujudnya harapannya itu dan menghindari apa yang menjadi sebab terhalangnya. Karena, do’a itu bergandeng dengan perbuatan.

Maka seorang hamba harus bersungguh-sungguh untuk meraih apa yang bermanfaat baginya dalam kehidupan religinya ataupun duniawinya dan memohon kepada Allah keberhasilan maksud dan tujuannya, seiring memohon pertolongan kepadaNya untuk itu, sebagaimana apa yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Berupaya keraslah untuk mencapai apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah serta janganlah kamu lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu berkata : Andaikan aku berbuat demikian tentu akan terjadi demikian dan demikian. Akan tetapi katakanlah : Allah telah mentaqdirkan (ini). Allah melakukan apa yang dikehendakiNya. Karena, kata “andaikan” membukakan pintu perbuatan syetan” [Hadits Riwayat Muslim dalam shahihnya]

Dalam hadits ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memadukan antara dua hal. Yaitu antara perintah berupaya keras untuk mencapai hal-hal yang bermanfaat dalam berbagai kondisi, seiring memohon pertolongan kepada Allah serta tidak tunduk mengalah kepada sikap lemah, yang ia adalah sikap malas yang membahayakan, dan antara sikap pasrah kepada Allah dalam hal-hal yang telah lampau dan telah terjadi seiring meniti dengan mata hati terhadap qadha’ dan taqdir Allah.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam membagi segala kejadian dua bagian :

Bagian pertama : Adalah hal yang dimungkinkan seorang hamba berupaya meraihnya atau meraih yang mungkin darinya, atau hal dimungkinkan ia menangkisnya atau meringankannya. Disini seorang hamba harus memunculkan daya upaya seiring memohon pertolongan kepada Allah, sesembahannya. Sedangkan.

Bagian kedua : Adalah hal yang tidak dimungkinkan ia melakukan itu semua. Di sini seorang hamba harus tenang, ridha dan pasrah.

Tidak diragukan, bahwa berpedoman kepada prinsip ini dengan baik adalah merupakan sarana menuju kesenangan hati dan hilangnya kegelisahan maupun kegundahan.

Raihlah Ketentraman Batin

Meraih Dan Melakukan Al-Fadha’il (Tindak-Tindak Utama)

Di antara sarana yang dapat membawa ketentraman adalah meraih dan melakukan al-fadha’il (tindak-tindak utama berupa apapun). Lakukan itu seirama dorongan batin, tanpa mengada-ada yang justeru membuat anda mengeluh dan turun tangga, gagal meraih keutamaan itu, karena anda telah melalui jalan yang berbelok. Ini adalah suatu hikmah perjalanan.


Ciptakan Suasana Jernih Dan Manis Di Balik Kekeruhan

Di balik suasana-suasana kekeruhan, hendaknya anda dapat menciptakan suasana yang jernih dan manis. Dengan demikian, jernihnya kelezatan dan kenikmatan hidup ini akan bertambah dan suasana-suasana yang keruhpun akan sirna.


Jadikanlah Ketenangan Batin Dan Pemusatan Jiwa Sebagai Pembantu Anda Menangani Pekerjaan Penting.

Pusatkan perhatian anda kepada hal-hal yang bermanfaat, berbuatlah untuk merealisasikannya, dan janganlah menoleh ke hal-hal yang membahayakan atau merugikan, agar dengan itu anda dapat melupakan hal-hal yang menyebabkan kegundahan dan kesedihan. Jadikanlah ketenangan batin dan pemusatan jiwa sebagai pembantu anda untuk menangani pekerjaan-pekerjaan penting.


Selesaikan Pekerjaan Tepat Waktu

Di antara hal yang bermanfaat ialah menyelesaikan pekerjaan yang sedang ditangani dan berkosentrasi menghadapi yang akan ditangani. Karena, jika pekerjaan itu tidak anda selesaikan, akan tertumpuklah di depan anda sisa pekerjaan yang lalu ditambah pekerjaan berikutnya, dan beban pun akan menjadi berat. Maka, jika anda tentukan segala sesuatu tepat waktu, niscaya anda dapat menghadapi hal-hal yang akan datang dengan pikiran yang optimal dan penanganan yang optimal pula.


Pandai-Pandailah Memilih Dan Memilah Pekerjaan

Seyogiayanya anda memilih yang terpenting dari sekian pekerjaan yang bermanfaat, lalu yang berikutnya dan berikutnya, sesuai urutan nilai kepentingannya. Juga, hendaklah anda memilah mana yang dicenderungi dan sangat diminati oleh hati anda. Karena, hal sebaliknya akan membuahkan kebosanan, menurunnya semangat dan keruhnya pikiran. Jadikanlah pemikiran yang benar dan bermusyawarah sebagai penolong anda untuk itu. Maka, tidak akan menyesal seseorang yang meminta pendapat orang bijak.

Pelajarilah dengan cermat apa yang hendak anda lakukan. Jika anda telah yakin akan kemaslahatan dan bertekad kuat untuk melakukannya, bertawaqallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawaqal.

Mata dan Hati

Menurut penyair cinta, yang terkandung dalam hati adl masa lampau dan masa datang. Di sana t'dpt waktu dan ruang, kenangan dan harapan, berbagai keajaiban dan rahasia.

Mata itu sendiri adl sosok ciptaan yg hidup, demikian pula hati memiliki kehidupan, hingga terkadang, mata bersuka cita sementara hati sedang tersayat.
Mata memiliki pusat informasi yg bisa memantaukan ke hati baginya, lalu menyibak tabirnya, menyebarkan rahasianya.
Mata bisa menghitung orang" yang memandanginya, kemudian mencatat nama mereka yg terkena panahnya lalu membacakannya kepada seorang penyair dari belakang pemiliknya (pemilik mata).

Maka jangan heran oleh perkataan mata, karena ia bisa menceritakan kisah" yang panjang. Ia bisa memerintah dan bisa pula melarang, bahkan bisa berjanji dan memberi harapan meski tidak bisa dipegang.

Hati menengok ke kanan dan ke kiri...ya benar, memang ia berbuat demikian. Hati menoleh ke kanan dan kiri untuk melihat rumah" dan penghuninya. Lantas kafilah menjauh, hingga yg tampak hanya kerangkanya saja. Kafilah menjauh terus hingga yg tampak hanya asapnya saja, lalu semakin menjauh lagi hingga tiada sesuatu pun yg tampak. Di saat seperti ini, hati mulai melihat dg kedua matanya yg tiada terhalang oleh jarak, tidak juga tersekat oleh malam dan tidur...

Tersenyumlah

Senyuman adalah cerminan jiwa, pancaran hati orang yang tersenyum.

Bahagia dan sedih dapat tergambar dari senyuman.

Imam Ibnu Uyainah berkata:"Senyuman adalah magnet kuat untuk meraih rasa cinta. Sedangkan perbuatan baik adalah sesuatu yang mudah, berwajah ceria dan pembicaraan yang lembut."

Senyuman yang tulus dan timbul dari orang tercinta adalah kebahagiaan bagi orang yg diberi senyuman.

Senyuman itu dapat melembutkan dan menarik perhatiannya.
=D

Dialog Hati dan Otak

Hati: Gimana? Betul perkiraanku..

Otak: iya,, nilaix rendah.. T.T

H: tp g jd remidi kn?

O: hu.umb..

H: bersyukurlah..

O: iya.. Alhamdulillah..

H: nyesel kan?

O: iya, banget..

H: salahmu dewe..

O: iya iya aq tau.. Aq yg salah.. Aq udh meremehkan..

H: bagus klo Kamu nyadar,, jgn diulangi lg..

O: Tp wkt it aq kn jg g enk badan..

H: g da alasan.. Udh penyakitx org sukses, klo udh di atas, selalu ngentengin..

O: ....

H: jadikn pengalamanmu ini pelajaran buatmu..

O: <>

H: jgn lengah.. Jgn hanya puas dg semua yg udh km capai.. Perjalanan hidupmu masih panjang,, msh butuh lebih banyak perjuangan dan pengorbanan..

O: iya", cerewet.. aku capek tau.. Dari dulu slalu bgini.. Slalu diforsir.. Aku lelah..

H: klo km berhenti skrg, akan sia" perjuangan slama ni..

O: aq tau..

H: truz?? Ngapain ngomong kyk td??

O: cuma mau bilang..

H: ooh.. Oia, Km sayang orangtuamu kn? Klo gt berjuanglah demi mereka juga..

O: iya, amat sangat.. Baiklah, aq kn berusaha jd yg terbaik.. Buat mereka bangga pux anak kayak aku..

H: sipp..

O: kita kerja sama y?

H: okey.. Kamu berpikir, aq kn menjaga dan mengawasimu..

O: aku jg akan menjagamu dari penyakit hati..

H: terima kasih..

O: terima kasih juga..

H: semangat! 1bulan lagi.. Bismillah.. =D

O: iya! Bismillah.. ^^



.:jadilah spt padi, makin berisi makin merunduk:.

Kami akan menguji kamu dg keburukan dan kebaikan sbg cobaan._QS.Al Anbiya:35_

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya (QS.Al Baqarah:286)

Didiklah jiwamu dgn segala ilmu yg bermanfaat, maka ia akan menjadi tinggi derajatnya.

Sesungguhnya jiwa itu bagaikan kaca dan akal pikiran bagaikan lampunya, sedangkan hikmah(kebijakan) Allah bagaikan minyaknya. Apabila ia bercahaya, maka dirimu akan menjadi hidup, dan apabila ia padam, maka dirimu akan seperti mati._unknown, in Islamic book_

Aku tidak boleh cepat puas, aku harus tetap belajar dan kerja keras (Cesc Fabregas)

Amalul Qolbi

Ketika ia sudah terlanjur tumbuh

Tak bisa kau mengembalikannya jadi benih

Dan tak bisa pula kau menebasnya,

Karena semakin kau berusaha mencabutnya dg emosi, akar-akarnya akan menancap semakin kuat dalam hatimu

Benih yang kau miliki itu adalah salah satu anugerah Allah SWT untuk semua hamba-Nya

Maka, cukuplah dg tidak memupuknya lebih banyak lagi mengikuti hawa nafsumu

Biarkanlah Allah yang menjaga dan menumbuhkannya

Hingga akan tiba saatnya suatu hari nanti, bunganya halal untuk kau petik

Dan berdoa kepada Allah, agar hatimu senantiasa condong kepada-Nya

Karena sesungguhnya Allah lah pemilik hati kita

Yogyakarta, 3 Oktober 2010

@Hanifassyifa